,

Mahasiswa Ekonomi dan Sastra Seringkali Berbeda, Ini yang Terjadi Ketika Mereka Berjumpa


doc: jandihudhowo.blogspot.co.id

Persaingan di dunia kuliah nggak cuma terjadi antara satu mahasiswa dengan mahasiswa lainnya di dalam kelas. Persaingan di dalam kelas memang ada dan itu kerap kali terjadi. Namun persaingan mahasiswa dalam lingkup yang lebih luas juga ada. Misalnya dalam lingkup jurusan, nah ini sering juga terjadi di kampus.

Satu universitas memiliki beberapa fakultas dan satu fakultas memiliki beberapa jurusan atau program studi. Persaingan antara mahasiswa dalam lingkup jurusan yang paling sering jadi sorotan adalah antara fakultas Ekonomi dan Sastra.

Buat kalian, mahasiswa Ekonomi atau mahasiswa Sastra pasti sering membanding-bandingkan diri masing-masing. Berbagai hal sering dibanding-bandingkan antara mahasiswa Ekonomi dan mahasiswa Sastra.

Mulai dari penampilan sampai sifat mahasiswanya. Nah, persaingan apa yang sering terjadi di antara 2 jurusan ini?

1. Rapi dan Kumel

penampilan

Mulai dari sisi penampilan, ini paling sering dibanding-bandingkan.
Anak jurusan Ekonomi itu terkenal dengan penampilannya yang selalu rapi, bersih dan gaul banget pokoknya. Karena memang budaya mengenakan kemeja dan sepatu menjadi peraturan di Jurusan Ekonomi.

Sementara mahasiswa jurusan Sastra sering nggak memperhatikan penampilannya. Anak jurusan Sastra nggak terlalu memedulikan tren gaya rambut, baju dan sebagainya. Mereka sering terlihat pakai kaos oblong aja.

2. Rasional dan Luwes

luwes-dan-rasional

Soal pemikirannya, meskipun sama-sama belajar di Ilmu Sosial, Ilmu Ekonomi dan Sastra punya banyak perbedaan dalam pemikirannya. Mahasiswa jurusan Ekonomi itu cenderung punya pikiran yang rasional, lebih praktis dan efisien.

Kalau dari sudut pandangnya anak Sastra, Ekonomi itu apa-apa dipikir untung ruginya, selalu dinilai lewat uang. Sementara pemikiran mahasiswa jurusan Sastra itu lebih imajinatif dan lebih mengandalkan perasaan.

3. Kelas atas vs Kelas pas-pasan

kelas-atas-dan-kelas-pas-pasan

Persoalan status ekonomi juga sering menjadi tolak ukur untuk perbandingan antara mahasiswa Ekonomi dan Sastra. Mahasiswa di jurusan Ekonomi sering dianggap lebih ‘punya’ atau lebih ‘berada’. Mereka berasal dari latar belakang keluarga ekonominya kelas atas.

Itu tampak dari tampilan mereka yang pakai baju branded, ke kampus pakai mobil, nongkrongnya di kafe mahal dan uang kuliah yang juga tinggi.

Sebaliknya, mahasiswa jurusan Sastra biasanya berasal dari keluarga yang pas-pasan. Jarang sekali anak Sastra membawa mobil ke kampus, baju yang mereka kenakan juga lebih ‘etnik’, soal tongkrongan kalau nggak warung kopi ya angkringan.

4. Kaku vs Santai

Dilihat dari segi sikap nih, mahasiswa Ekonomi itu sering digambarkan manusia super kaku oleh para mahasiswa Sastra. Tapi sebaliknya, anak Sastra sering dinilai manusia paling santai oleh mahasiswa Ekonomi.

5. Moderen vs Tradisional

modern-dan-tradisional

Mahasiswa Ekonomi itu moderen banget, beda sama anak Sastra yang masih tradisional. Kelihatan dari fasilitas di kampus masing-masing yang udah beda. Terus selain itu anak Ekonomi up to date banget soal teknologi, sementara jurusan sastra itu masih suka dengan hal-hal yang berhubungan dengan kesenian lokal dan semacamnya.

What do you think?

1 point
Upvote Downvote

Total votes: 1

Upvotes: 1

Upvotes percentage: 100.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%