,

Beda-beda Gaya Mahasiswa Berpenampilan Berdasarkan Fakultasnya


Mahasiswa desain ISI

Beda jurusan beda gaya. Itulah kalimat yang cocok ketika kita mengamati mahasiswa di masing-masing jurusannya. Perbedaan ini justru menjadi sisi menarik dari ragam mahasiswa.

Lalu apa yang membuat kebiasaan itu? Adalah aktivitas akademik lah yang membuat terbiasanya mahasiswa berkegiatan. Namun perlu digarisbawahi, beberapa perbedaan tidak selalu berlaku di tiap kampus. Ini hanya gambaran pada umumnya.

1. Gaya parlente mahasiswa hukum, ilmu politik dan ekonomi

gakbosan.blogspot.com
doc : gakbosan.blogspot.com

Kita tahu apa yang dipelajari para mahasiswa hukum, politik dan ekonomi. Gaya parlente menjadi gaya beken mereka sebab penampilan mereka adalah cara berkomunikasi. Gaya parlente akan mendukung pekerjaan mereka kelak, sebab umumnya pekerjaan yang mereka inginkan adalah praktisi hukum, ekonom atau politisi.

Penampilan yang keren akan menunjang lebih percaya diri. Ini diakui oleh Fitri, mahasiswa hukum 2011, “penampilan yang bersih, rapi dan wangi bisa menjadi nilai tambahan dalam menggeluti serba-serbi hukum.”

2. Gaya heterogen ala mahasiswa sastra dan bahasa

uai.ac.id
doc : uai.ac.id

Berbicara bahasa dan sastra adalah berbicara budaya dalam lingkup yang lebih kecil. Begitupun dengan mahasiswa sastra dan bahasa, mereka sedang mengangkat ragam budaya melalui penampilannya. Bermacam-macam. Ada mahasiswa berpenampilan hipster, ada yang berpenampilan ala rocker, ada juga yang ala regge, dan ada pula yang berpenampilan estetis ala kedaerahan.

“Ya, mahasiswa humaniora selalu tampil heterogen yang mencirikan budaya yang digemari masing-masing,” aku Dahlia mahasiswa filsafat 2012.

3. Gaya rebel ala mahasiswa seni

Mahasiswa desain ISI

“Namanya juga seni, yang paling penting adalah keindahan. Berlaku pula dalam berpakaian, mahasiswa seni lebih mementingkan keindahannya, tidak begitu memperdulikan brand ataupun bahan yang digunakan. Bebas saja karena yang penting bagi mereka bisa terlihat indah,” katak Husain, mahasiswa seni 2008. Tidak heran, potret nyentrik adalah stereotip bagi mahasiswa seni.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%