0
like
156
view
Sekitar 2 minutes untuk Membaca

Masyarakat Jogja mengenal garis lurus imajiner yang melintang di Jogjakarta, garis imajiner itu menghubungkan Gunung Merapi, lalu ke Tugu Jogja, Keraton Yogyakarta, dan berakhir di Pantai Selatan. Termasuk jalan yang menghubukannya, juga terletak segaris.

Namun mayoritas publik hanya mengenal 4 elemen garis imajiner ini, yaitu Merapi, Tugu, Keraton & Pantai Parangkusumo. Padahal sebenarnya ada 5 titik yang menghubungkan titik tersebut menjadi sebuah garis imajiner lurus. 1 titik lain yang kerap terlupakan adalah Panggung Krapyak. Jika garis lurus ini bertemu maka ada sebuah makna yang sebenarnya sangat nyambung

1. Gunung Merapi

gunung-merapi

Menduduki posisi penting dalam mitologi Jawa. Diyakini sebagai pusat kerajaan makhluk halus, yakni sebagai tempat para arwah untuk menunggu giliran dipanggil ke surga, atau dikenal sebagai “swarga pangrantunan”.

Gunung yang menjadi batas utara Yogyakarta ini bisa menjadi awal garis lurus imajiner. Kemudian ke selatan, maka akan menemui titik Tugu Jogja.

2. Tugu Jogja

Tugu Yogyakarta

Tugu berada di tengah perempatan Jl. Mangkubumi, Jl, Diponegoro, Jl. AM. Sangaji dan Jl. Jend. Sudirman. Tugu ini dibangun pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono I atau tepatnya satu tahun setelah berdiri keraton Yogyakarta. Keberadaan tugu ini merupakan patokan arah Sultan dalam melakukan meditasi yang menghadap ke Gunung Merapi.

Bangunan Tugu awalnya tak seperti saat ini. Dahulu Tugu tiangnya berbentuk silinder (gilig) yang mengerucut dan pada puncaknya berbentuk bulat (golong) dengan ketinggian 25 meter dan disebut Golong Gilig yang menggambarkan Manunggaling Kawula Gusti yang berarti pemersatu Rakyat dan Penguasa. Hal ini tidak kebetulan namun keberadaan tugu ini dibangun untuk membangkitkan semangat persatuan dalam melawan penjajah pada masa itu.

3. Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat

tipsantai.com

Dari tugu menuju selatan, kamu akan menjumpai Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Di depan kraton terdapat halaman yang lapang, atau yang lazim dikenal sebagai alun-alun. Alun-alun utara memiliki banyak fungsi, pada saat hari-hari biasa, sebagai tempat olahraga, area parkir, ataupun sebagai tempat untuk berjualan. Pada saat tertentu, lokasi ini berfungsi sebagai tempat untuk merayakan berbagai macam perayaan seperti gunungan serta sekaten (pasar malam).

4. Pantai Parangkusumo

 

Pantai Parangkusumo Jogja
doc: pasirpantai.com

Terakhir ada pantai parangkusumo di ujung selatan Yogyakarta. Pantai Parangkusumo merupakan pantai di pesisir selatan yang berdampingan dengan pantai Parangtritis dan pantai Depok, Pantai ini secara administratif berada di desa yang sama dengan Pantai Parangtritis yakni di Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Nuansa sakral sangat terasa jika Anda memasuki kompleks Parangkusumo, wewangian kembang setaman dan juga wangi kemenyan langsung menyapa siapapun yang datang. Hal tersebut disebabkan karena pantai ini dianggap sebagai pintu gerbang menuju kerajaan penguasa laut selatan.

Baca Juga: 5 Aturan Aneh di Jogja yang Belum Banyak Orang Tahu

Baik Gunung Merapi maupun Pantai Parangkusumo memiliki arti yang sangat penting bagi Kraton Yogyakarta. Kraton merupakan titik keseimbangan antara api yang dilambangkan Merapi dan air yang disimbolkan sebagai pantai Parangkusumo.

Keseimbangan tersebut terdiri dari horizontal dan vertikal. Horizontal (laut selatan) mencerminkan hubungan antar sesama manusia. Sedangkan vertikal (Merapi) adalah hubungan manusia dengan Penciptanya.