,

Punya Pacar Mahasiswa Pariwisata? Siap-Siap Menghadapi 10 Masalah Berikut


Sektor usaha yang berkembang pesat sekarang adalah pariwisata. Soalnya banyak objek wisata Indonesia yang dibangun dan diperbaiki, sehingga mengundang wisatawan mancanegara maupun domestik. Maka tak heran jika ke depannya lulusan mahasiswa pariwisata adalah calon pasangan ideal. Ideal karena lapangan kerjanya luas dan pendapatannya termasuk tinggi. Mahasiswa jurusan pariwisata sangat prospect-able sebagai suami maupun istri.

Namun di balik potensi sukses itu, ternyata pekerjaan mereka sangatlah berat. Kalau kamu mau punya pacar mahasiswa pariwisata, ada 10 masalah yang harus dihadapi dan diselesaikan.

1. Banyak disindir sebagai kuliah “pembantu”

Foto kiriman hk (@4hisa3) pada

Mahasiswa pariwisata sering disindir berkuliah untuk jadi pembantu. Mereka memang mendapat pendidikan untuk melayani kebutuhan orang di tempat wisata. Karena itu banyak yang berpandangan miring. Bung, yang namanya pekerjaan itu di mana saja sama aja. Mau kerja di bank ataupun perusahaan pun sebenarnya status kita sama. Pembantu klien, masyarakat, dan pimpinan. Justru mahasiswa pariwisata itu belajar hal yang mulia, yaitu membahagiakan orang lain.

2. Kuliahnya berat karena belajar banyak hal


Jangan dikira mahasiswa pariwisata hanya belajar keramahtamahan. Mereka belajar banyak hal, mulai; statistik wisatawan, psikologi wisatawan, investasi bisnis, manajemen wisata, dan banyak lagi.

3. Jarang waktu untuk berleha-leha, karena mahasiswa pariwisata juga belajar banyak bahasa

wawancara bule
doc: Dimas Aulia Rahma | youtube.com

Bahasa Inggris sudah bukan lagi bahasa sekunder untuk mahasiswa pariwisata. Bahasa Inggris harus menjadi bahasa primer selain Bahasa Indonesia. Selain itu mereka juga harus punya bahasa tambahan seperti; Mandarin, Prancis, Arab, dan banyak lagi.

4. Mesti siap ditinggal bepergian tiap liburan panjang

Foto kiriman Sorina Savin (@savinsorina) pada

Mahasiswa pariwisata punya mata kuliah studi lapangan, praktik lapangan, kuliah kerja lapangan, dan magang. Nah masalahnya masing-masing mata kuliah itu adalah praktik. Sehingga harus dilakukan biasanya ketika liburan. Maka ketika hari libur, kamu tidak bisa bermesraan. Justru ditinggal pergi jauh.

5. Harus tahan dengan perasaan iri kalau lihat foto

Foto kiriman nana (@nana__camera) pada

Daerah wisata selalu punya kecantikan tersendiri. Nah mahasiswa pariwisata harus selalu update, sehingga wajib berkunjung ke tempat-tempat tersebut. Maka kita bakal harus bersabar melihat indahnya foto-foto di instagram atau dokumentasi mereka.

6. Susah jajan makanan sembarangan

Foto kiriman Sarah Tii (@filufit) pada

Jurusan pariwisata juga memberi materi memasak dan table manner. Masakan yang diajarkan adalah makanan yang sehat, higienis, dan ramah lingkungan. Maka bakal susah ngajak pacar mahasiswa pariwisata jajan makanan sembarangan.

7. Dikira orang dandanannya berlebihan


Mahasiswa pariwisata selalu memberi yang terbaik, termasuk penampilan. Karenanya ia tampil rapi dan outfit lengkap. Sayangnya banyak orang nyinyir mengira itu adalah hobi pamer atau tukang showoff.

8. Sering dikira paham dunia hitam

Foto kiriman dodo (@dodo_8812) pada

Salah satu atraksi pariwisata yang buruk adalah wisata seks dan judi. Padahal itu hanya terjadi legal di luar negeri. Mahasiswa pariwisata sering dinynyirin karena dikira demen begituan.

9. Hari libur tak bisa kencan

Bagaimana bisa kencan, lha harus melayani orang lain?

10. Harus tahan cemburu kalau digodain wisatawan

Foto kiriman sherry.victoria (@sherryyoxim) pada

Tak jarang ada wisatawan centil dan ganjen yang menggoda pacarmu. Maka kamu harus sabar ya. Kamu harus percaya hatinya cuma buat kamu.

Siap-siap punya mental baja untuk punya pasangan mahasiswa pariwisata!

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%